Jenis Penyakit Berbahaya yang Menyerang Otak dan Faktor Penyebabnya

Organ otak merupakan salah satu organ penting yang perlu mendapat perlindungan dari berbagai ancaman penyakit dan kerusakan. Ada banyak jenis penyakit yang menyerang organ otak kita, dan hampir semua penyakit tersebut cenderung masuk kedalam kategori sebagai penyakit yang berbahaya. Apabila sampai otak kita mengalami gangguan maka akan sulit bagi kita untuk bisa mengendalikan pergerakan tubuh. Perlu bagi kita untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang menyerang otak kita, dan berikut daftar penyakitnya.

Jenis Penyakit Yang Menyerang Organ Otak.

1. Tumor Otak.
Tumor merupakan gumpalan dari daging yang bersifat lunak dan jinak akan tetapi jika sampai mengalami pertumbuhan akan membuat ukurannya semakin membesar. Jika sampai tumor tumbuh pada jaringan otak, maka akan mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah. Apabila tumor ini dibiarkan maka bisa saja berubah menjadi ganas.

2. Alzheimer.
Alzheimer adalah salah satu penyakit otak yang paling banyak dikenal karena memang banyak penderitanya. Alzheimer pada awalnya hanya menyebabkan daya ingat pada seseorang menurun. Namun akhirnya berlanjut pada masalah hilangnya intelektual secara drastis, tidak dapat menganalisa segala peristiwa yang sudah dan sedang dialami bahkan bisa menyebabkan kesulitan untuk berbicara.

3. Meningitis.
Meningitis adalah selaput halus yang berguna untuk melapisi otak serta saraf tulang belakang agar dapat selalu berfungsi dengan baik. Tetapi jika selaput ini terserang oleh virus dan bakteri maka munculan perdangan yang akhirnya menyebabkan penyakit Meningitis.

4. Kanker Otak.
Kanker otak dipicu oleh adanya pertumbuhan sel-sel dalam otak yang tidak normal, yang diakibatkan oleh adanya pengaruh buruk dari radikal bebas.

5. Vertigo.
Vertigo adalah salah satu jenis penyakit kepala yang dapat membuat penderitanya merasakan seperti sedang berputar-putar. Hal ini mengakibatkan terganggunya keseimbangan tubuh dan membuat seseorang tersebut tidak dapat akfit dalam melakukan aktivitas karena akan sulit untuk berkonsentrasi, kesulitan berjalan dan bahkan sering terjatuh.

6. Parkison.
Parkison memiliki gejala awal dengan adanya kondisi tubuh yang mulai tidak bisa berdiri atau berjalan secara normal. Tubuh juga terus gemetaran, diikuti dengan kondisi tangan yang terus bergerak. Hal ini menjadi tanda bahwa otak sudah kehilangan dopamine sebanyak 80 persen.

7. Dimensia.
Dimensia adalah perwujudan dari menurunnya fungsi otak yang berawal dengan adanya gejala yang membuat seseorang sering melamun dan berkhayal. Selain itu, penderita juga akan sering tersesat dan merasa cemas secara tiba-tiba. Hal ini terjadi akibat adanya kerusakan pada saraf otak yang terjadi di bagian otak kecil, besar dan otak tengah.

8. Stres.
Stres merupakan sebuah gangguan pada suasana hati yang akan berpengaruh pada saraf dan membuat kepala menderita aku, tegang dan mengerut.

9. Otak Lumpuh Sementara.
Penyakit ini sering terjadi dan akibat kelumpuhan otak sementara akan membbuat penderitanya kehilangan kemampuannya untuk mengontrol semua gerakan pada tubuhnya. Terjadinya penyakit ini diakibatkan oleh saraf pada otak besar mengalami cedera, peradangan atau luka karena benturan yang terlalu keras.

10. Epilepsi.
Penyakit epilepsi ini memiliki hubungan dengan adanya ketidakseimbangan sinyal elektrik di otak serta melambatnya respon pada otak sehingga berisiko besar terjadinya kejang dan penurunan kesadaran. Hal ini disebabkan karena saraf pada otak ikut mengalami gangguan.

11. Ataxia.
Ataxia merupakan kerusakan pada otak kecil yang disebabkan oleh adanya benturan yang kuat sehingga dapat membuat seseorang tidak dapat mengingat siapa dirinya dan orang lain disekitarnya. Akan tetapi jika terus mendapatkan penanganan medis, maka masalah ketidakseimbangan yang terjadi pada otak kecil perlahan dapat disembuhkan.

12. Stroke.
Akibat dari stroke yang berkelanjutan akhirnya dapat menyumbat pebuluh darah yang menuju ke otak sehingga menyebabkan iritasi, peradangan serta pembengkakan kronis. Hal ini dapat mengakibatkan penderita kehilangan segala kemampuan motorik dan kecerdasannya. Stroke merupakan penyakit otak yang dapat menyerang orang dewasa dan juga anak-anak.

13. Migrain.
Migrain atau sakit kepala sebelah yang terjadi secara intens maka sebaiknya jangan dianggap remeh dan sebaiknya harus segera diobati. Migrain dapat menyebabkan gangguan seperti mual, muntah, gangguan pada penlihatan, dan juga stres yang parah.

14. Hidrosefalus.
Hidrosefalus merupakan penyakit pada otak yang terjadi akibat adanya pegendapan cairan yang terletak di dalam tengkorak kepala dan mengalami peradangan serta pendarahan. Sumsum tulang belakang dan jaringan otak memiliki fungsi untuk menyebarkan kebaikan nutrisi makanan menuju otak, namun hal ini perlu didukung dengan adanya aliran cairan serebrospinal untuk membasahinya. Apabila aliran cairan tersebut terhambat dan tersumbat oleh adanya peradangan, tentu organ otak akan mengalami penekanan.

15. Hipertensi Berat.
Hipertensi berat atau tekanan darah tinggi yang tidak dapat dikendalikan dan terus dibiarkan akan menyebabkan aliran darah mengalami gangguan dan ketegangan otot diseputar kepala. Tekanan darah yang terlampau tinggi juga akan menghambat kelancaran aliran oksigen yang akan masuk pada pembuluh darah di otak. Jika tidak segera mendapatkan penanganan dari medis maka akan berpotensi pada stroke ringan.

16. Skizofenia.
Skizofenia yaitu penyakit yang terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sel-sel kimia didalam otak yang dapat membuat penderitanya tidak mampu membedakan hal-hal yang nyata atau tidak nyata dan membuatnya lebih sering berhalusinasi.

Penyebab Penyakit Otak.

1. Kebisaan Buruk Merokok.
Penting untuk diketahui, bahwa asap rokok bisa mengakibatkan masalah iritasi pada pembuluh darah yang menuju ke otak dan akhirnya menyumbat aliran darah dibagian kepala. Otak yang terus terkontaminasi dengan zat nikotin bisa terluka dan meradang bahkan bisa terjadi pendarahan yang berpotensi pada kerusakan saraf di otak.

2. Hindari Mengkonsumsi Alkohol.
Hindari minuman beralkohol karena alkohol termasuk zat yang bersifat panas, tajam dan bisa menyebabkan luka peradangan pada selaput otak.

3. Begadang.
Seringnya begadang dan kurangnya istirahat akan membuat aliran darah yang akan menuju otak menjadi tidak lancar serta mempersulit oksigen masuk ke dalam pembuluh darah di otak.

4. Jangan Mengabaikan Waktu Sarapan Pagi.
Sarapan di pagi hari tidak hanya berguna untuk membangun energi dalam tubuh agar siap menjalani aktivitas, tetapi sarapan juga berguna untuk memberikan asupan nutrisi pada otak untuk berpikir. Melewatkan waktu sarapan akan membuat kadar gula dalam darah akhirnya mengalami penurunan, dan jika tidak ada asupan gula yang cukup di dalam darah akan mengakibatkan tidak adanya nutrisi yang bisa disebarkan pada aliran darah yang akam menuju ke otak. Dengan demikian otak akan mengalami ketegangan jika terus digunakan untuk berpikir.

Jangan abaikan penyakit yang menyerang otak, jadi hindarilah faktor penyebab penyakit otak ini. Karena semua yang kita lakukan berawal dari adanya sinyal di dalam otak. Dan tentunya kita tidak ingin mengambil risikonya bukan jika sampai otak kita terserang oleh penyakit.