HomeKesehatan

Inilah Zat Kimia Berbahaya yang Kerap digunakan pada Makanan

Inilah Zat Kimia Berbahaya yang Kerap digunakan pada Makanan
Like Tweet Pin it Share Share Email

Makanan adalah salah satu jenis kebutuhan semua manusia untuk melengkapi asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan setiap hari, selain itu makanan juga dapat menjadi sumber energi untuk melancarkan aktivitas sehari-hari. Untuk melengkapi kebutuhan makanan tersebut bisanya kita akan mengolah makanan itu secara sendiri ataupun dengan cara membelinya. Seiring berkembangnya zaman dan semakin tingginya tingkat kesibukan orang membuat mereka lebih memilih untuk mengonsumsi makanan yang dijual ketimbang harus membuatnya sendiri dengan alasan tidak ada waktu. Memang tidak ada salahnya jika kita mengonsumsi makanan yang dijual, namun apakah anda bisa memastikan mengenai kandungan zat makanan tersebut? dan apakah anda bisa memastikan apakah makanan tersebut aman untuk dikonsumsi?

Karena kenyataannya, banyak sekali oknum nakal yang mencoba mengambil keuntungan sepihak dengan menggunakan BTP atau bahan tambahan pangan pada makanan yang mereka jual. Sejatinya penambahan BTP pada makanan memang diperbolehkan, hal itu karena selain akan menambah cita rasa makanan, penambahan BTP juga akan memberikan variasi berbeda dari makanan tersebut. Namun fakta di lapangan jauh berbeda dari harapan, banyak jenis makanan yang ternyata menggunakan BTP dari bahan kimia berbahaya. Bahan kimia yang digunakan pada makanan tersebut secara umum memiliki fungsi sebagai pengawet, penambah tekstur makanan, pewarna makanan dan lain sebagainya.

Selain akan merubah makanan menjadi lebih menarik dan bertekstur menggiurkan, makanan yang menggunakan bahan kimia seperti pengawet juga akan meminimalkan tingkat kerugian penjualan. Dengan demikian penjual tidak perlu khawatir mengenai durasi dan masa keawetan terhadap produknya, makanan yang menggunakan pengawet akan tetap terlihat segar hingga waktu cukup lama. Namun perlu diketahui, ternyata di dalam makanan-makanan yang sejatinya kaya kandungan vitamin di dalamnya akan menjadi sangat berbahaya dikonsumsi karena sudah menggunakan bahan kimia berbahaya di dalamnya. Jika mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dengan bahan kimia hanya sesekali saja mungkin tidak akan terlalu berefek. Namun ketika mengonsumsi makanan=-makanan ini dalam jangka waktu yang lama dan panjang justru akan mengakibatkan hal berbahaya di dalam tubuh. Dan berikut berhasil kami rangkum zat kimia yang sering digunakan di dalam makanan.

  1. Formalin

Formalin sudah menjadi salah satu bahan kimia yang cukup terkenal untuk urusan pengawet, karena faktanya belum ada produk lain yang mampu memberikan tingkat keawetan yang lama selain formalin. larutan bening dan berbau menyengat serta sedikit mengandung metanol ini sebenarnya adalah salah satu zat kimia untuk mengawetkan mayat. Namun karena tingginya kadar zat di dalam formalin ini, sehingga banyak digunakan untuk mengawetkan makanan. Tubuh yang mengonsumsi makanan berformalin akan mengalami gangguan dan gejala seperti tenggorokan sakit, perut terasa panas, mual, muntah, sakit kepala, menurunnya tekanan darah dan bahkan dapat mengakibatkan koma. Jika formasi dikonsumsi dalam waktu yang cukup lama, maka formalin  dapat mengakibatkan kanker, kerusakan jantung, hati, ginjal dan berbagai masalah gangguan sistem saraf pusat di dalam tubuh.

Makanan yang mengandung formalin secara kasat mata bisa dibedakan, secara ciri makanan berformalin cenderung memiliki tekstur yang keras, memiliki warna mengkilat serta jika penggunaan formalin terlalu banyak akan menimbulkan aroma formalin pada makanan tersebut. Dan perlu anda ketahui sebanyak 20 mL atau setara dengan dua sendok makanan formalin sudah bisa mengakibatkan kematian. Jadi sebaiknya tetap hati-hati memilih makanan yang ingin anda konsumsi dan sebisa mungkin hindari makanan yang terindikasi menggunakan bahan dan zat kimia di dalamnya.

  1. Boraks

Selain formalin, boraks juga menjadi salah satu zat kimia yang cukup populer di negara kita ini. pasalnya sudah banyak penjual nakal yang terciduk petugas akibat menggunakan zat kimia ini di dalam makanan yang mereka jual. Sama seperti formalin, zat kimia yang berbentuk hablur atau kristal dan berwarna kuning dan terkadang berbentuk serbuk dan berwarna cokelat ini merupakan zat kimia natrium tetraborat yang jika dilarutkan ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat. Borak ini sendiri memiliki nama lain yakni chalet dan bleng. Penggunaan borak pada makanan dapat membuat makanan terlihat lebih kenyal, warna makanan lebih merona serta membuat makanan tidak mudah rusak.

Mengonsumsi makanan yang mengandung boraks dapat mengakibatkan rasa mual, nyeri di bagian perut, sakit kepala, muntah darah, demam serta dalam kondisi terparahnya dapat menurunkan berat badan dan mengalami anoreksia. Selain itu borak yang dikonsumsi dalam jumlah banyak dapat merusak sistem pencernaan, kerusakan pada ginjal serta timbul ruam di permukaan kulit. Dan perlu anda ketahui anak-anak yang mengonsumsi borak sebanyak 3-6 gram dapat mengakibatkan shock serta kematian. Umumnya borak kerap digunakan pada makanan-makanan basah, selain membuat makanan tersebut tidak lengket, boraks juga membuat makanan terlihat mencolok. Dan biasanya bakso menjadi salah satu makanan yang kerap menggunakan boraks, hal itu agar bakso memiliki tekstur kenyal serta tidak mudah rusak. Bakso yang mengandung borak memiliki warna lebih putih dibanding dengan bakso normal pada umumnya. jadi sebaiknya perhatikan dan jeli dalam memilih makanan, terutama makanan basah yang kerap menggunakan boraks di dalamnya.

  1. Methanil Yellow

Selanjutnya jenis zat kimia yang kerap digunakan di dalam makanan adalah metanil tellow, zat kimia ini merupakan zat pewarna yang biasakan digunakan untuk tekstil, cat dan lain sebagainya. Namun kenyataannya, zat pewarna ini malah justru di salah gunakan sebagai pewarna makanan. Secara umum bentuk dari methanil yellow ini berbentuk padat dan serbuk serta berwarna kuning kecokelatan. Makanan yang menggunakan zat kimia ini akan terlihat warnanya yang sangat mencolok, serta terdapat titik warna di dalamnya. Mengonsumsi makanan yang mengandung methanil yellow ini dapat mengganggu kesehatan dan merusak organ di dalam tubuh, gejala yang timbul akibat mengonsumsi zat kimia ini adalah mual, muntah, diare serta tekanan darah menurun. Pada kondisi terparahnya zat kimia ini dapat mengakibatkan kerusakan hati, saluran pencernaan, kandungan kemih serta menimbulkan iritasi saluran pernapasan. Jadi harap berhati-hati pada makanan dengan warna mencolok terutama makanan berwarna kuning.

  1. Rhodamin B

Zat kimia yang berupa pewarna lain yang juga kerap digunakan pada makanan adalah rhodamin B. Zat pewarna ini biasanya digunakan sebagai pewarna tekstil dan pewarna kertas. Rhodamin B memiliki bentuk kristal berwarna ungu, hijau dan kemerahan. Makanan yang mengadung zat pewarna tekstil ini biasanya memiliki warna merah yang mencolok, adapun makanan yang kerap menggunakan bahan kimia ini seperti kue bolu, kerupuk, sambal terasi, pacar cina, agar-agar, sirus merah dan lain sebagainya. Mengonsumsi makanan yang mengandung rhodamin B ini dapat menimbulkan rasa gatal di tenggorokan serta dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kerusakan hati, iritasi paru, mata, usus dan organ tubuh lainnya.

Pihak pemerintah sudah melarang dan memberikan sanksi kepada para penjual makanan yang menggunakan bahan kimia berbahaya di dalamnya, pasalnya makanan-makanan tersebut hanya akan membahayakan kesehatan pengonsumsinya. Pemerintah sejatinya juga telah menyarankan kepada pada penjual atau produsen makanan untuk menggunakan BTP yang memang cocok untuk makanan serta dalam dosis yang tepat. Dan jika sekalipun makanan tersebut sudah menggunakan bahan tambahan yang aman namun jumlahnya berlebih juga akan membahayakan kesehatan. Dan sedangkan untuk para konsumen, sebaiknya berhati-hatilah memilih jenis makanan yang ingin anda konsumsi, karena walau bagaimanapun tidak semua makanan bisa kita pastikan aman dari zat-zat yang membahayakan. Untuk menghindarinya sebaiknya sebisa mungkin olah makanan anda sendiri, sehingga anda akan terhindar dari risiko gangguan kesehatan.

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *