HomeKesehatan

Mengenal Gejala, Penyebab, Dan Cara Pengobatan Penyakit Stenosis Spinal

Mengenal Gejala, Penyebab, Dan Cara Pengobatan Penyakit Stenosis Spinal
Like Tweet Pin it Share Share Email

Stenosis spinal merupakan suatu kondisi di mana telah terjadi penyempitan di bagian celah yang terbuka pada bagian tulang belakang. Keadaan ini dapat menyebabkan sumsum tulang belakang yang dipenuhi dengan banyaknya saraf akan merasa tertekan karenanya. Banyak kasus stenosis spinal ditemukan terjadi pada tulang belakang bagian bawah. Dan kebanyakan dari masalah penyempitan pada tulang belakang ini dapat menimbulkan rasa sakit atau nyeri terutama pada bagian belakang kaki. Untuk sedikit kasus yang ditemukan dari stenosis spinal sama sekali tidak menimbulkan gejala atau suatu tanda apapun. Umumnya untuk kasus stenosis spinal bnayak ditemukan pada seseorang dengan usia lebih dari 50 tahun.

Gejala Stenosis Spinal.

Banyak dari penderita stenosis spinal yang mengetahui bahwa dirinya terserang stenosis spinal ini setelah melakukan tindakan uji pencitraan. Gejala stenosis spinal adalah sensasi yang akan dirasakan oleh penderita. Dari beberapa gejala umum mengenai kasus stenosis spinal adalah munculnya rasa nyeri di bagian kaki dan juga pada bagian punggung terutama di bagian bawah. Berdasarkan bagian yang sering terjadi penyempitan, stenosis spinal ini terbagi atas dua jenis yang akan menimbulkan suatu gejala yang berbeda.
Simak selengkapnya mengenai gejala stenosis spinal di bawah ini:

– Stenosis spinal yang terjadi pada leher atau cervical.
Apabila masalah stenosis spinal ini terjadi pada bagian leher maka akan menyebabkan rasa lemas atau timbulah sensasi yang menggelitik pada bagian betis, lengan, tangan dan juga kaki, dan merasa seperti mati rasa. Beberapa penderita stenosis spinal juga sering mengeluhkan gagguan pada saat berjalan dan terganggunya keseimbangan tubuh. Bagian saraf kandung kemih juga bisa ikut mengalami gangguan yang bisa menyebabkan inkontinensia urin atau tidak ada kemampuan untuk menahan keluarnya urin.

– Stenosis spinal yang terjadi pada bagian bawah atau lumbar.
Akibat adanya stenosis spinal di bagian bawah ini akan mengakibatkan masalah kram pada bagian kaki di saat berdiri dalam waktu yang cukup lama dan ketika berjalan dalam jarak yang tempuh yang cukup jauh atau berjalan berbolak balik. Kram yang terjadi di kaki ini perlahan akan hilang saat mencoba membungkukan badan ke bagian depan atau mencoba untuk beristirahat dengan cara duduk.

Penyebab Senosis Spinal.
Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab stenosis spinal adalah sebagai berikut :

– Cedera Tulang Belakang.
Penyebab stenosis spinal salah satunya adalah akibat adanya cedera pada tulang belakang yang diakibatkan adanya faktoe kecelakaan atau trauma mayor lainnya yang mengakibatkan terjadinya patah tulang bagian belakang. Akibatnya pecahan tulang dapat masuk ke saluran spinal, yang merupakan tempat yang bersisi saraf-saraf. Selain itu, pembengkakan yang terjadi di area tulang belakang atau setelah terjadinya pembedahan tulang belakang akhirnya akan menekan saraf di bagian tulang belakang tersebut.
– Akibat Terjadi Kerusakan Pada Bantalan Tulang Belakang.
Adapun hal yang yang dapat menyebabkan timbulnya masalah stenosis spinal adalah kerusakan pada bantalan tulang belakang. Kerusakan ini biasanya terjadi dikarenakan oleh adanya faktor usia. Dari retakan bantalan tulang belakang ini, akan membuat material lembut akhirnya keluar dan dapat menekan saraf tulang di bagian belakang.
– Tumor.
Selanjutnya penyebab terjadinya masalah stenosis spinal adalah adanya tumor. Tumor ini dapat tumbuh di celah antara sumsum tulang dan tulang bagian belakang, di membran yang berguna untuk melapisi saraf tulang belakang atau berada didalam sumsum tulang belakang itu sendiri.
– Ligamen yang Menebal.
Terjadinya stenosis spinal juga dapat terjadi akibat adanya penebalan ligamen. Saraf kuat yang berfungsi untuk menghalangi tulang belakang bisa menjadi kram dan penebalan ligamen ini akan menonjol ke arah kanal pada tulang belakang.
– Genetis.
Apabila kanal tulang bagian belakang terlalu kecil ketika seseorang dilahirkan, maka saat usia dewasa akan dapat merasakan gejala-gejala dari stenosis spinal ini.

– Arthritis.
Perlu untuk diketahui bahwa ada dua jenis arthritis yang dapat memberikan pengaruh pada bagian tulang belakang yaitu rheumatoid arthritis serta osteoarthritis.
– Pergeseran Tulang.
Adanya pergeseran atau ketidakstabilan tulang belakang ke bagian arah depan ini akan membuat kanal tulang belakang menjadi lebih sempit.

Pengobatan Stenosis Spinal.
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati stenosis spinal ini, antara lain :
1. Pemberian Obat-Obatan.
Langkah yang dapat ditempuh untuk mengobati stenosis spinal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat-obatan. Obat-obatan ini berguna untuk meringankan rasa nyeri yang mungkin ditimbulkan dari gejala stenosis spinal. Biasanya dokter akan memberikan obat-obatan seperti antidepresan, anti kejang, anti inflamasinon streroid atau OAINS dan relaksan otot.

2. Terapi.
Langkah selanjutnya yang dapat ditempuh guna mengobati stenosis spinal ini adalah dengan melaksakan terapi. Metode ini berguna untuk membantu meningkatakan kekuatan serta daya tahan tubuh, membantu memperbaiki keseimbangan dan mempertahankan fleksibilitas atau stabilitas bagian tulang belakang.

3. Mengubah Postur Tubuh.
Cara yang dapat dilakukan untuk mengobati stenosis spinal adallah dengan mencoba membungkukan bagian tubuh ke arah depan atau duduk dengan bagian dada menempel pada paha. Mengubah postur tubuh ini dilakukan untuk meredakan gejala dari stenosis spinal yang mungkin sangat mengganggu kenyamanan penderita.

4. Pembedahan.
Pembedahan digunakan dan bertujuan untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang dengan membuat celah kosong di bagian antara kanal tulang belakang.

5. Streroid.
Untuk mengatasi stenosis spinal bisa dengan melakukan injeksi streroid yang berguna untuk mengurangi masalah pembengkakan pada serabut saraf yang terjepit dan sekaligus menurunkan tekanan didalamnya.

Apabila gangguan stenosis spinal ini tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat maka penderita akan berisiko besar mengalami masalah komplikasi secara permanen.

Dan beberapa masalah komplikasi yang dapat terjadi antara lain :
– Penderita akan mengalami gangguan keseimbangan yang terjadi secara terus menerus.
– Tubuh akan terus menerus merasakan lemas dan tidak berdaya.
– Timbulan sensasi mati rasa yang permanen.
– Dan masalah inkontinensia urin.
– Terjadinya kelumpuhan.

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala, pengobatan serta diagnosa dari gangguan stenosis spina yang penting untuk kita ketahui. Semoga bisa memberikan pengetahuan lebih banyak lagi dalam dunia kesehatan tentang beragam gangguan dan penyakit yang dapat menyerang tubuh kita.

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *